Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Salah Arah

Langit tahu kapan ia harus gelap Mentari tahu kapan ia harus lesap Hujan tahu kapan ia harus berhenti Biang lala tahu kapan ia akan terpatri Air laut tahu kapan ia harus pasang dan surut Semua punya waktunya masing-masing             Jangan kau kira menanti dirimu itu hal mudah             Toh saat ini hatiku terluka parah             Hati ini bisa saja patah             Rasa untukmu pun bisa saja punah Bersamamu ku pikir akan indah Namun ternyata, rasa ini salah arah

SEHANCUR ITU AKU PERNAH Karya Brian Khrisna

Aku pernah hancur karena terlalu percaya Pernah juga patah karena memilih orang yang salah Aku pernah terkubur dalam-dalam di hati seseorang Yang kuselami dengan niat untuk bisa ku mengerti Aku pernah memutuskan berjuang Untuk hati yang memperjuangkan orang lain Aku pernah tercerai berai ketika kasihku tak sampai Aku pernah tertusuk pecahan hatiku sendiri Ketika sedang menyusun lalu kau datang lagi Aku pernah terjatuh dua kali Karena ceroboh memberikan kesempatan Aku pernah ditinggalkan karena menunggu Aku juga pernah dihakimi karena melindungi Aku pernah ditinggal pergi karena tak cukup memberi Aku pernah ditikam karena terlalu jujur pada hati sendiri Aku pernah disalahkan karena berbicara yang sebenarnya Aku pernah disuruh menunggu ketika ia tengah menunggu orang lain Aku pernah seperti itu Sehancur itu aku pernah berjuang Berkali-kali bangkit hanya untuk kembali di hancurkan Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku pernah sehancur itu Jika kau...

Little Sweet Karya: Desti Ayu, S. Si

Siang ini matahari benar-benar tidak bersahabat, panas yang terik seolah-olah ia hanya berada satu meter tepat di atas kepala ku dan ayah yang sedang melaut. Namaku Ashifa Desti Almira. Orang bilang, aku gadis yang sangat cantik dan manis, ditambah lagi lesung pipi yang menghiasi wajahku. Tapi tidak dengan Ibuku, mungkin dia sangat   kecewa mempunyai anak perempuan sepertiku, karena aku sangat bandel dan susah diatur. Tidak bagi ayah, tentu saja aku anak emasnya yang paling didamba. Ayah selalu punya cara untuk menjelaskan kesalahan tanpa amarah. Beliau juga selalu membebaskan, tanpa melepaskan untuk memilih banyak hal. Ayah bilang, kita tidak boleh takut dengan apapun kecuali dengan Allah. Tetapi ternyata ayah salah, aku tetap saja takut dimarahi ibu jika berbuat salah. Cuma ayah yang paham akan mimpiku, untuk melanjutkan SMA ke kota yang menjadi favorit. Ternyata Allah berkata lain, aku tidak bisa melanjutkan ke SMA Favoritku. Itu disebabkan oleh nilai tes ku yang tidak...