Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Ayah Karya Desti Ayu

Kau habiskan waktu mu untuk banting tulang Demi memenuhi permintaan kami Yang kian hari makin tak tahu diri             Jari-jari kasarmu selalu menyentuh halus kepala ku             Kau selalu memberi petuah             Tentang hidup kadang tak sesuai harapan Jungkar-balik, patah, jatuh dan kecewa adalah hal biasa Indahnya perjuangan untuk kenyamanan dan kebahagiaan             Kau bagiku adalah rumah             Tempat pulang dan mengadu             Tempat tertawa dan bercerita Aku bagimu adalah permata Yang selalu memancarkan kilaunya             Kasih sayang mu seperti hu...

Surat dan Doa Alif Karya Desti Ayu

Hari ini aku bangun lebih awal dari biasanya. Jam dinding menunjukkan pukul 03.30 WIB dini hari. Segera aku mencuci muka dan menggosok gigi, dilanjutkan dengan membaca al-quran sambil menunggu sholat subuh tiba. Aku sangat antusias untuk berbagi kasih bersama anak yatim hari ini. Pagi yang cerah serta hembusan angin mengawali hari ini. Aku sibuk membungkus kado dan membuat surat cinta yang sudah aku persiapkan untuk anak panti asuhan yang akan kutemui nanti. Hari ini adalah hari di mana aku mengikuti Dompet Dhuafa Volunteer bertajuk tema Cinecharity 2018 bersama anak yatim. Dress code yang kami kenakan adalah warna pink . Ini membuatku sedikit geli karena sangat bertolak belakang dengan aku yang menyukai warna hitam. Kami berkumpul di OPI Mall, Jakabaring, Palembang. Sesampainya di sana kami langsung berkumpul dengan volunteer yang lain. Diluar dugaan ternyata ada beberapa teman kampus ku yang ikut, walaupun kita berbeda fakultas. Itu cukup membuat suasana menjadi le...

Niat yang Kuat dan Pengorbanan Karya Desti Ayu

Setelah Lulus SMA di tanah rantauan, aku pun pulang ke kampung halaman menuju gubuk kecil kami yang sangat aku sukai suasananya. Embun pagi yang menyegarkan, serta suasana perkampungan yang masih kental dan bersahaja. Kutelusuri jalan menuju rumah ku dan kulihat anak-anak yang sedang bermain sepak bola dihalaman rumah mereka, yang terlihat sangat bahagia. Langkah kaki ku akhirnya sampai juga di depan rumah yang sudah lama aku tinggalkan. “tok…tok…tok…Assalamuaikum, apa kabar Diztha , akhirnya lulus juga ya SMA, kamu kemarin sudah daftar SNMPTN belum dan kapan pengumumannya?”. Begitulah teman akrabku sifatnya selalu tidak berubah, selalu mengajukan pertanyaan yang bertubi-tubi. Belum sempat menjawab, sudah muncul pertanyaan lagi. Namanya Nafisyah Defira , Dia adalah kakak kelas ku saat SMP, tetapi kami berbeda SMA. Rumah kami bersebelahan tak heran jika kami jadi akrab seperti saudara kandung. Aku pun menjawab “waalaikumsalam, alhamdulilah baik, iya nih akhirnya ter...

Palestina dan Israel Karya Desti Ayu

Bisakah negara kalian hidup berdampingan? wahai Palestina dan Israel , Sampai kapan peperangan fisik dan psikologis ini terus terjadi Negara yang mayoritas penduduknya muslim membela Palestina Sedangkan , negara bagian barat membela Israel Tidakkah kalian kasihan terhadap anak-anak yang tak berdosa Mati tertembak atas pertikaian yang kalian lakukan Wahai para petinggi dan penguasa negeri nan jauh disana Bisakah kalian memberi setitik harapan, untuk malaikat-malaikat kecil bermain di taman Kebanyakan dari mereka kehilangan masa bermain dan canda tawanya Wahai Palestina dan Israel, T idakkah kalian sadar telah merampas masa kecil mereka Israel, bisakah kau berhenti memberikan kesusahan terhadap rakyat Palestina! Pelanggaran hak manusia terus kau lakukan Serangan bom dan baku tembak senjata terus berlanjut K au nyatakan bahwa Al-Quds (Yerusalem) adalah ibukota mu Tidakkah kau tahu bahwa Al-Quds kota perbatasan Kenapa kau selalu mencari-cari masalah ...

Dia yang Kusebut Kenangan Karya: Desti Ayu

Peredaran waktu kita tak lagi sama Aku malam, kamu siang Datang tak bilang Pergi tanpa kembali             Akankah berakhir seperti ini maumu?             Kamu yang selama ini ku puja             Hilang menjauh ditelan badai Begitu asing Untuk kita yang terlanjur akrab Tak usah menjaga jarak Karena jarak sudah memisahkan kita             Foto usangmu masih setia di dompetku             Tak apa bila kau tak suka             Aku tak harus meminta persetujuanmu Gapailah mimpimu Lupakan tentang kita yang telah usai Aku memang bodoh Masih memendam cinta sendirian           ...

Dia dan Alarmku Karya Desti Ayu

Hari pertama di Prancis dijalani dengan suka cita. Kebanyakan seperti turis pada umumnya mengunjungi tempat-tempat yang memiliki panorama yang indah dan romantis. Maklumlah namanya juga lagi honey moon , untuk pasangan yang baru mengikrar janji suci di depan penghulu. Pernikahan mereka berlangsung satu minggu yang lalu, pada tanggal 02 Februari 202 2 . Nara dari kejauhan mengamati suaminya yaitu Ahsyar yang sejak tadi memotret bangunan paling bersejarah dan termegah, apalagi kalau bukan menara Eiffel. Pertemuan mereka berawal dari suatu event di kampus istrinya. Keduanya sama-sama sebagai peserta lomba karya tulis ilmiah. Saat itu Nara duduk di barisan belakang bangku Ahsyar, yang tak sengaja melihat powerbank terjatuh tiba-tiba saja dia berteriak “mas…itu barangnya jatuh”. Dan hanya direspon senyuman saja sama si cowok itu. ---oOo--- Setelah perlombaan selesai, panitia dan peserta lomba lainnya bertukar nama sosial media mereka agar silaturahmi tetap terjaga. Saat Nara sedang m...