Kau
habiskan waktu mu untuk banting tulang
Demi
memenuhi permintaan kami
Yang
kian hari makin tak tahu diri
Jari-jari kasarmu selalu menyentuh
halus kepala ku
Kau selalu memberi petuah
Tentang hidup kadang tak sesuai harapan
Jungkar-balik,
patah, jatuh dan kecewa adalah hal biasa
Indahnya
perjuangan untuk kenyamanan dan kebahagiaan
Kau bagiku adalah rumah
Tempat pulang dan mengadu
Tempat tertawa dan bercerita
Aku
bagimu adalah permata
Yang
selalu memancarkan kilaunya
Kasih sayang mu seperti hujan
Jatuh tak terhingga selalu
menyejukkan
Takkan
mampu aku membalasnya
Walau
hanya segenggam
Keriput pipimu menyadarkan ku
Untuk selalu mengabdi padamu
Yang tanpa lelah membersamaiku
Sampai aku menemukan sosok seperti
mu

bagus banhet
BalasHapusMakasih
BalasHapus