Langsung ke konten utama

Postingan

SI MERAH

    Mistis, mungkin kata itu masing menjadi topik yang sangat sering kita perbincangkan saat ini. Ada golongan orang mempercayai keberadaan mereka, ada juga yang pura-pura tidak percaya karena takut, ada juga yang tidak percaya sama sekali tentang keberdaan makhluk gaib. Jurusanku sangat terkenal akan kehororannya. Banyak sekali aku mendengar cerita-cerita menyeramkan dari kakak tingkat, baik itu cerita turun-temurun dari angkatan-angkatan terdahulu, atau pengalaman pribadi saat mereka berada di jurusan. Aku kuliah disalah satu Universitas Negeri yang ada di Sumatera Selatan, kampus kuning adalah identitas dari universitaku, dan ciri dari Fakultasku adalah dengan warna Orange-nya. Jurusanku sangat akrab dengan hewa, tumbuhan, dan bakteri. Orang bilang, kami adalah dokter untuk makhluk hidup. Jurusanku terdiri tiga lantai, lantai pertama ada ruangan dosen dan tata usaha, laboratorium Ekologi, Laboratorium komputer, ruang seminar, perpustakaan jurusan dan toilet untuk Dose...
Postingan terbaru

ELEGI Karya : Desti Ayu, S.Si

    Aku berjuang sendiri di tengah sepi Tanpa ada seorang pun   menyadari Mungkin hanya denyutan nadi Dan degupan jantung yang mengerti             Ditambah keheningan malam yang selalu menemani             Menunggu di tengah sunyi, Sulit aku mengerti             Kenapa perasaan semacam ini datang menghampiri? Kucari alasan, tapi tak kunjung kudapati jawaban Aku terus menunggu tanpa kepastian Menunggu dengan beralaskan luka Bermandikan air mata Pertanyaan ku hanya satu Kapan dia mulai membuka lembaran baru untuk ku? <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2030310355248779"      crossorigin="anonymous"></script>

RUNYAM KARYA DESTI AYU

  Sebongkah rasa yang terpendam kian hari semakin dalam Lalu jatuh tenggelam Di tengah sunyinya malam Menerka isi kepalanya Tentang kemilau bintang nan silau terlampau jauh hingga tak terjangkau Sinar rembulan meredup perlahan Tak sebanding cahyanya Si Lintang  Yang mana mega turut pula Mendamba diam-diam Pada takdir di ujung mata membentang jalan cerita tentang cinta yang bagai fatamorgana Riuh gejolak Sang Bayu Menilik kegusaran pemilik hati Memilih menanti atau berganti                                                            Palembang, 12 Januari 2021 <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2030310355248779"      crossorigin="anonymous"></script>

SETELAH TIDAK DENGANKU KARYA : YT RHIALESTARI

  Pulau Puncak Punggur (Bukit Tuing), Tuing, Bangka, 2016 @dikdiana Setelah tidak denganku, Semoga harimu lebih menyenangkan Temuilah seseorang yang lebih keras memperjuangkanmu Yang lebih tabah memahamimu, Melebihi segala hal yang pernah kulakukan untukmu Semoga bukan luka yang kamu dapatkan Ataupun kesedihan yang berkepanjangan Nanti, Kamu akan mengerti Bahwa yang pernah mencintaimu ini memiliki arti Bahagialah selalu Biar kutemui pemilik rindu yang baru untukku Jalani lagi hari-hari tanpa kebersamaan kita Kamu akan menerima apapun Yang ingin kamu terima dari semesta Doa-doa baik yang kamu panjatkan Pertemuan-pertemuan yang kamu rencanakan Semoga saja kamu menemukan Hal-hal yang membahagiakanmu Aku tentu saja akan memilih jalan yang berbeda Setelah tidak denganku, Semoga kamu tidak menemukan orang yang salah Seseorang yang tidak meninggalkanmu Demi sesuatu yang terlihat lebih indah Seseorang yang tidak menjatuhkanmu Hanya demi mem...

REKAH

  Dalam balutan canggung dan baluran singkuh Kita bersitatap dengan langit barat Lalu terjerat Oleh derik detik yang seolah terjebak di dalam sebuah stoples bernama waktu Dalam suatu lengkung lompatan yang indah Matahari tercebur ke dalam larungan awan Lalu mengedip genit di detik terakhir Kepada kita, Yang duduk bersisian Namun tak kunjung membuka mulut untuk bertukar cinta, suka, tawa, canda, atau sekedar kata Kita malu-malu Bertabur berkas-berkas semu Dari cakrawala yang menyerupai subuh Betapa aku bingung memilah Manakah yang menyebabkan apa? Senja yang merah, Ataukah senyumu yang merekah?       Palembang, 26 Maret 2020 <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2030310355248779"      crossorigin="anonymous"></script>    

Pembuatan Preparat Daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Randle) Karya Desti Ayu, S.Si

Penampakan stomata pada saat membuat preparat mata kuliah mikroteknik (Dokumen Pribadi, 2016)   MIKROTEKNIK        Mikroteknik merupakan suatu ilmu atau seni mempersiapkan organ, jaringan atau bagian dari suatu jaringan untuk dapat diamati dan ditelaah. Pengamatan dan penelaahan tersebut umumnya menggunakan bantuan mikroskop karena pada objek yang akan diamati dan ditelaah memiliki ukuran yang mikrokopis yang tidak dapat dilihat dengan mata terbuka biasa tanpa bantuan alat seperti mikroskop. Banyak metode dalam mikroteknik, diantaranya metode geser, metode maserasi, metode kayu, metode squash, metode parafin, dan metode whole mount (Fransisca, 2012).      Setiap organisme hidup ataupun hasil pertumbuhannya merupakan suatu sumber yang penting sebagai bahan mikoteknik, untuk klasifikasi praktis. Bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dapat dibedakan sebagai bahan yang lunak dan keras. Spesimen tumbuhan yang sedang tumbuh maupun yang sedang dalam pr...

Herbarium Karya Desti Ayu, S.Si

  Herbarium Daun Maple yang Dibuat Manual @aditiasandika (Dokumen Pribadi, 2020)  Ø    Pengenalan Herbarium Apa yang terbesit dipikiran kalian jika mendengar kata Herbarium? Kebanyakan akan mengatakan bahwa itu adalah hal yang berhubungan dengan tumbuhan, ada juga yang tidak tahu, tetapi untuk anak jurusan Biologi tentu itu menjadi hal yang sangat sering di dengar, apalagi pada saat pulang dari kuliah lapangan. Tentu saja herbarium adalah oleh-oleh yang wajib dikoleksi dan kadang kalah menjadi tugas yang diberikan oleh dosen. Herbarium merupakan istilah yang pertama kali digunakan oleh Turnefor (1700) untuk tumbuhan obat yang dikeringkan sebagai koleksi. Luca Ghini (1490-1550) seorang Professor Botani di Universitas Bologna, Italia adalah orang pertama yang mengeringkan tumbuhan di bawah tekanan dan melekatkannya di atas kertas serta mencatatnya sebagai koleksi ilmiah (Ramadhanil, 2003). Herbarium dibuat dari spesimen yang telah dewasa, tidak terserang hama, ...