Mistis, mungkin kata itu masing
menjadi topik yang sangat sering kita perbincangkan saat ini. Ada golongan
orang mempercayai keberadaan mereka, ada juga yang pura-pura tidak percaya
karena takut, ada juga yang tidak percaya sama sekali tentang keberdaan makhluk
gaib. Jurusanku sangat terkenal akan kehororannya. Banyak sekali aku
mendengar cerita-cerita
menyeramkan dari kakak tingkat, baik itu cerita turun-temurun dari angkatan-angkatan
terdahulu, atau pengalaman pribadi saat mereka berada di jurusan.
Aku kuliah disalah satu Universitas
Negeri yang ada di Sumatera Selatan, kampus kuning adalah identitas dari
universitaku, dan ciri dari Fakultasku adalah dengan warna Orange-nya.
Jurusanku sangat akrab dengan hewa, tumbuhan, dan bakteri. Orang bilang, kami
adalah dokter untuk makhluk hidup. Jurusanku terdiri tiga lantai, lantai
pertama ada ruangan dosen dan tata usaha, laboratorium Ekologi, Laboratorium
komputer, ruang seminar, perpustakaan jurusan dan toilet untuk Dosen. Lantai
dua, terdiri dari laboratorium fisiologi hewan/struktur hewan, fisologi
tumbuhan/struktur tumbuhan, laboratorium Mikro teknik, laboratorium kultur
jaringan, mushola jurusan, sekretariat Comunity Of Conservasi (COC), dan dua
toilet untuk mahasiswa. Lantai tiga terdiri dari laboratorium mikrobiologi,
laboratorium biologi molekuler, laboratorium fitokimia, ruang penyimpanan bahan
dan alat untuk praktikum mikrobiologi, gudang, dan ada juga rooptop.
Pengalaman tercreepy yang pernah aku
rasakan adalah ketika aku semester 7 pada saat sedang mengerjakan tugas akhir
di laboratorium kimia fisika di jurusan kimia. Bau bungan kenanga sangat jelas
menyengat ketika kami keluar dari pintu laboratorium, tepat di hadapan kami
tersuguh pohon beringin yang sudah berumur puluhan tahun, terlihat dari
pohonnya yang rimbun dan menyeramkan, tampak seperti ada yang mengawasi kami
dari atas pohon tersebut. Langsung saja kami memalingkan muka dan segera menuju
mushola jurusan biologi yang ada di lantai 2 tersebut, untuk sholat magrib
bersama lingga dan sari. Tim Tugas akhirku mengerjakan proyek dosen. Pada saat
sujud terakhir, tiba-tiba ada suara perempuan yang terdengar lirih memanggil
namaku. Desti......”panggilnya”. tapi tetap aku membaca doa ketika sujud,
tetapi di dalam hatiku mulai bertanya, siapa yang memanggil tadi. Ku kira itu
Cuma perasaanku saja, tetapi ketika aku berbicara kepada temanku pada saat
menggantungkan mukenah ke tempatnya, ternyata mereka juga mendengar hal sama.
Sontak itu membuat jantung kami berdegup tak menentu. Setelah kami periksa,
tidak ada mahasiswa lain pada saat itu yang sedang mengerjakan tugas akhir di
laboratorium di lantai 2, untuk lebih menyakinkan lagi kalau yang memanggil
tadi adalah manusia kami memeriksa lantai 1, apakah ada orang di sana. Ternyata
hasilnya sama saja. Kami lanjut naik lagi menuju ke lantai 3, suasana dingin
pun mulai menerpa, di tambah lagi lampu koridor di lantai 3 yang mati tanpa
sebab, dan setelah kami lihat tidak ada seorang pun di sana. Setelah kami
menoleh satu sama lain, akhirnya tanpa aba-aba kami langsung menuju ke lantai 2
untuk kembali ke laboratorium Kimia fisika, karena pikiran kami sudah
ketakutan, kalau Cuma ada kami bertiga yang ada di Jurusan ini, jadi siapa yang
memanggil tadi???.
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2030310355248779"
crossorigin="anonymous"></script>
Komentar
Posting Komentar