Sebongkah rasa yang terpendam
kian hari semakin dalam
Lalu jatuh tenggelam
Di tengah sunyinya malam
Menerka isi kepalanya
Tentang kemilau bintang nan silau
terlampau jauh hingga tak terjangkau
Sinar rembulan meredup perlahan
Tak sebanding cahyanya Si Lintang
Yang mana mega turut pula
Mendamba diam-diam
Pada takdir di ujung mata
membentang jalan cerita
tentang cinta yang bagai fatamorgana
Riuh gejolak Sang Bayu
Menilik kegusaran pemilik hati
Memilih menanti atau berganti
Palembang, 12 Januari 2021
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2030310355248779"
crossorigin="anonymous"></script>

Komentar
Posting Komentar