Langsung ke konten utama

Dia dan Alarmku Karya Desti Ayu


Hari pertama di Prancis dijalani dengan suka cita. Kebanyakan seperti turis pada umumnya mengunjungi tempat-tempat yang memiliki panorama yang indah dan romantis. Maklumlah namanya juga lagi honey moon, untuk pasangan yang baru mengikrar janji suci di depan penghulu. Pernikahan mereka berlangsung satu minggu yang lalu, pada tanggal 02 Februari 2022. Nara dari kejauhan mengamati suaminya yaitu Ahsyar yang sejak tadi memotret bangunan paling bersejarah dan termegah, apalagi kalau bukan menara Eiffel. Pertemuan mereka berawal dari suatu event di kampus istrinya. Keduanya sama-sama sebagai peserta lomba karya tulis ilmiah. Saat itu Nara duduk di barisan belakang bangku Ahsyar, yang tak sengaja melihat powerbank terjatuh tiba-tiba saja dia berteriak “mas…itu barangnya jatuh”. Dan hanya direspon senyuman saja sama si cowok itu.
---oOo---
Setelah perlombaan selesai, panitia dan peserta lomba lainnya bertukar nama sosial media mereka agar silaturahmi tetap terjaga. Saat Nara sedang membuka akun sosial medianya, tiba-tiba ada sosok yang dikenalnya meminta pertemanan. Pemuda itu bernama Ahsyar Mahardika, seorang mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di kampus ternama yang terdapat di kota Hujan. Pemuda itu memiliki postur tubuh tinggi, kurus, kulit hitam manis, dan memakai kacamata. Sekilas tak ada yang menarik dari cowok tersebut, tetapi setelah Nara menstalker akunnya yang kebanyakan berisi dakwah membuatnya semakin penasaran tentang  pemuda tersebut. Akhirnya gadis tersebut memberanikan diri untuk berkomentar di postingan lelaki itu. Kalian tahu, apa yang paling membuat hati Nara dag dig dug tak menentu?, komentarnya di balas, dan itu tidak hanya sekali. Itu cukup membuat tidurnya menjadi terganggu.
---oOo---
Besoknya ada pesan masuk di WhatsApp gadis berparas ayu itu, dari pemuda yang dianggapnya misterius tersebut. Cukup membuat kerutan di keningnya terlihat, Ahsyar mengirimkan foto dirinya didepan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), sedang duduk di taman, serta foto bunga mawar yang sedang mekar. Dengan santainya gadis itu membalas pesan tersebut, “Syar…ngapain berdiri di depan LIPI, lagi nungguin aku ya…” godanya. Iya nih lagi nungguin pendamping. Jelas saja jawaban singkat itu membuat pipi Nara menjadi merah merona sambil menatap layar handphone nya. Aku boleh nelpon kamu Ra?. Dalam diam gadis itu mencoba menenangkan pikiran harus dijawab apa pertanyaan pemuda itu. Dengan keyakinan penuh, dia memutuskan untuk menjawab “Iya”. Siang itu adalah pengalaman Nara yang pertama, mencoba membuka hatinya untuk seseorang yang baru dia kenal sekitar 1 minggu yang lalu. Entah mengapa obrolan mereka sangat mengasyikan yang membuat keduanya tak ingin menyudahi obrolan ringan tersebut. Keduanya sama-sama penerima beasiswa bidikmisi, lulus jalur SNMPTN, sama-sama suka menulis, hanya perbedaannya satu suka menulis cerpen sama puisi, satunya lagi menulis karya tulis ilmiah. Kalau bukan karena ada temannya Nara yang mengetok pintu kosan, mungkin dia akan lupa bahwa 15 menit lagi perkuliahan dimulai. “Syar udah dulu ya, aku mau kuliah wasalamualaikum” ujar Gadis itu di balik gadgetnya.
---oOo---
Tiada hari tanpa bertukar kabar, mungkin kalimat itu yang paling cocok untuk menggambarkan kondisi mereka sekarang. Mulai dari chatting, telponan, sampai video call mereka lakukan hampir setiap hari. Sampai suatu ketika teguran dari Allah itu datang melalui ustadz pengajian Ahsyar. Ra…hari ini aku mau operasi kamu jangan tanya ya, aku mau operasi apa. Pesan singkat dari cowok tersebut tentu saja membuat hati si gadis paras ayu itu menjadi was-was. Dia cuma membalas “semoga operasinya berjalan lancar”. Tentu saja pikirannya menjadi kacau membayangkan apa yang sedang dihadapi oleh pemuda yang dikaguminya tersebut. Mereka bukan berstatus pacaran, karena bagi Ahsyar dan Nara pacaran itu di larang oleh agama yang mereka anut. Mereka hanya saling menjaga perasaan      masing-masing dan Ahsyar berjanji akan melamar Nara di tahun 2022 nanti, dan dia selalu mengingatkan gadis tersebut untuk istiqomah, dan setia menunggu.
3 hari setelah operasi Ahsyar menelpon. Ra…ada sesuatu yang harus aku bilang ke kamu. Aku ketahuan, chattingan kita dilihat sama ustadzku. Mungkin ini teguran dari Allah kalau yang kita lakukan selama ini salah, aku menyesal Ra udah ngejanjiin pernikahan sama kamu, udah nyuruh kamu nunggu aku, dan janji-janji manis yang pernah aku ucapin ke kamu. Sontak kalimat yang keluar dari mulut Ahsyar tersebut membuat Nara menjadi tercenung, dan akhirnya ada kata yang keluar dari mulutnya “gimana beasiswa ETOS kamu, nggak di cabut kan?. Nggak kok Ra… cuma dapat surat peringatan saja. Aku minta maaf Syar, gara-gara chatt aku semua ini terjadi.  Kamu jadi dapat teguran dan hampir di cabut beasiswa mu, aku benar-benar menyesal. Tanpa berpikir panjang dia memutuskan sambungan telepon. Malam harinya gadis itu menghapus semua chatt dan foto tentang pemuda tersebut. Tangisanpun tak terbendung, ditambah lagi Nara yang notabennya menyukai lagu slow, yang saat itu mendengar play list dari gadgetnya mp3 dari Raisa-biarkanlah cukup membuat semalaman air matanya tak berhenti keluar, menyisakan bengkak di matanya keesokan paginya.
---oOo---
Kok mata kamu bengkak sama merah neng? Tanya salah satu teman Nara saat sedang di Kantin kampus. Gadis itu cuma tersenyum sembari menjawab “aku semalam begadang nyari referensi tugas akhir jadi bengkak deh matanya”. Entah apa yang dipikirkannya, hari-hari begitu berat dijalani, tanpa ada sesosok pemuda yang dikagumi hadir kembali di hidupnya. Dia telah pergi bersama kenangan yang digoreskan cukup membuat hati sih gadis bergejolak. Berkat nasehat dari teman-temanya, Nara menjadi sadar bahwa yang dikatakan Ahsyar itu benar, jalan yang mereka tempuh selama ini salah. Mungkin ini ujian yang diberikan oleh Allah dalam menaikkan derajatku “ujar gadis itu dalam hati”.
Ahsyar makin gencar berdakwa di sosial medianya. Nara adalah pembaca setia postingannya, bukan karena masih memendam rasa cinta padanya, tetapi memang postingan tersebut, cukup membuat hati menjadi tenang dan sangat memotivasi untuk segera berhijrah ke jalan Allah. Mereka masih menjaga silaturahmi, walaupun terkesan masih canggung satu sama lain saat bertanya kabar di sosial media.
---oOo---
Setelah wisuda angkatan ke-52 di kampusnya yang dilaksanakan pada bulan Maret 2019, Ahsyar memutuskan untuk pulang sejenak ke kampung halamannya yaitu di Sulawesi. Untuk melepaskan rindu dengan mamanya dan keponakan-keponakan kesayangannya. Ahsyar adalah anak terakhir dari 6 bersaudara. Pemuda tersebut sekarang bekerja di perusahaan milik Negara yang berada di Surabaya. Berbanding terbalik dengan Nara, yang merupakan anak pertama dari 2 bersaudara, inilah yang membuat wataknya menjadi teguh pendirian dan keras. Nara wisuda bulan April 2019 di kampusnya yang ada di Sumatera Selatan, almamater kuning adalah identitasnya. Dia sekarang bekerja di pemerintahan kota yang ada di Sumatera Selatan. Jarak dan waktulah yang memisahkan keduanya, menjadi tembok penghalang yang sangat jelas.
3 tahun berlalu dan keduanya masih berstatus sendiri. Tak sengaja Nara melihat postingan Ahsyar yang lagi menjala ikan di laut dengan caption “lagi ngumpulin uang panai”. Membuat gadis yang memiliki selung pipi itu berpikir sejenak, karena dia tau arti dari kata uang panai tersebut adalah uang lamaran untuk wanita dalam suku bugis. Siapa yang akan dilamarnya mungkinkah wanita lain atau aku? Nara berkata dalam hati sambil menggigit bibirnya. Tepat pada malam pergantian tahun 2022, Ahsyar menelpon dan mengatakan bahwa dia akan berlibur ke Palembang. Tentu saja itu membuat Nara senang karena sebelumnya mereka hanya pernah satu kali bertemu, itupun hanya sekilas dan sekarang tidak akan dia sia-siakan waktu yang langkah itu, untuk banyak bercerita tentang hari-hari yang telah dilaluinya.
---oOo---
Tanggal 7 Januari 2022 merupakan hari yang sangat bersejarah untuk Nara, bagaimana tidak seorang pemuda islami, yang memiiliki tatakrama yang sangat tinggi, lembut dan humoris datang kepada ayahnya dan mengatakan mau menikahinya. Tanpa ragu Nara menerima lamaran tersebut sambil meneteskan air mata. Doa yang selalu dia selipkan setiap sholat malam di dengar dan di kabulkan oleh Allah. Akad nikah berlangsung di rumah mempelai wanita dengan adat Palembang, pernikahan berlajan hikmat ditambah lagi saat Ahsyar menghatamkan bacaan surat Ar-Rahman yang merupakan permintaan dari Nara. Lusanya, diadakan pesta pernikahan di rumah mempelai laki-laki yang berada di Sulawesi, sekaligus Ahsyar meminta izin kepada keluarganya dan juga mertuanya untuk mengajak Nara pergi ke Prancis untuk menemaninya menyelesaikan studi S2 nya.
---oOo---
Mas…pulang yukkk, Nara memanggil sambil menepuk bahu Ahsyar yang sedang asyik memotret menara Eiffel dari berbagai sudut. Aku udah capek mau istirahat kita makan malam di apartemen saja ya. Ahsyar menoleh dan tersenyum memandangi wajah cantik istrinya seraya berkata “siap tuan puteri”. Aku merasa wanita paling beruntung di dunia mendapatkan suami seperti mu. Kamu penyayang, perhatian, romantis, jago masak, yang paling nomor satu kamu bisa menjadi imam yang baik untuk aku. Aku juga merasa beruntung Ra punya istri seperti mu. Lucu, imut, cantik dan yang pastinya sholeha. Ciuman mesra itupun mendarat di kening Nara.
---oOo---
Chiisana karada ni chiisana te shigara mo majiri maruku natte
Shikashi boku ni wa nani yori mo ookikute dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai dakara kodomo ni mo tsutaetai
Lagu Seamo-Mother menjadi alarm yang tiap malam menjadi pengingat Nara untuk sholat subuh. Butuh 3 kali lagu itu berbunyi untuk membangunkan Nara dari mimpi panjangnya tentang sesosok pemuda islami yang melamar dan menikahinya. Ya Allah mimpi apa aku semalam? terlihat sangat nyata saja. Akhirnya dia bangun dan berjalan mengambil segelas air untuk menjernihkan pikirannya yang masih ngawur. Dilihatnya layar gadgetnya Sabtu, 10 Februari 2019. Jadi sekarang masih tahun 2019? “sambil menggaruk kepala yang tidak gatal”. Semoga mimpi dari masa depan semalam, menjadi kenyataan yang hakiki nantinya. Ingin rasanya Nara bercerita kepada Ahsyar tentang mimpinya semalam tapi niat itu diurungkannya, mengingat mereka hanya sekedar teman biasa yang kenal lewat perlombaan karya tulis ilmiah tingkat nasional pada bulan November 2017 kemarin.
“Kamu yang Datang Setelah Pertemuan Itu”
Aku belum mengenalmu, tapi aku merasakan kamu dekat denganku
Aku tidak melihatmu, tapi aku bisa membayangkan kamu hadir disampingku
Kita pernah bertemu, tapi tak satu katapun terucap
Kamu yang hadir dalam dunia mayaku, berharap hadir dalam dunia nyataku
Dan selalu ku ucap disetiap doaku, untuk selalu mengingatmu
Untukmu, pemuda islami, yang selalu menjadi panutanku
Meskipun diri ini tak pantas bersanding disampingmu
Maukah kau membimbingku!, walau hanya sekedar menjadi penasehat bagiku
Jika meminta lebih, itu takkan terjangkau oleh anganku
Tapi seandainya, jika memintaku untuk berjuang, aku akan lakukan itu
Semoga takdir mendengar permintaanku
Dan menyatukan dua insan yang terhalang oleh jarak dan waktu
Secangkir susu hangat dan roti isi menjadi pelengkap yang menemani pagi hari Nara, yang mampu memberikan inspirasi untuk menulis puisi tentang pemuda islami tersebut. Dia adalah Ahsyar Mahardika yang datang kedalam mimpinya dalam perayaan pernikahan dari masa depan di tahun 2022.




Cerpen ini tercipta dikala kegalauan sedang mengerjakan skripsi yang pada masanya sangat menguras tenaga dan pikiran, 2018 silam 



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEHANCUR ITU AKU PERNAH Karya Brian Khrisna

Aku pernah hancur karena terlalu percaya Pernah juga patah karena memilih orang yang salah Aku pernah terkubur dalam-dalam di hati seseorang Yang kuselami dengan niat untuk bisa ku mengerti Aku pernah memutuskan berjuang Untuk hati yang memperjuangkan orang lain Aku pernah tercerai berai ketika kasihku tak sampai Aku pernah tertusuk pecahan hatiku sendiri Ketika sedang menyusun lalu kau datang lagi Aku pernah terjatuh dua kali Karena ceroboh memberikan kesempatan Aku pernah ditinggalkan karena menunggu Aku juga pernah dihakimi karena melindungi Aku pernah ditinggal pergi karena tak cukup memberi Aku pernah ditikam karena terlalu jujur pada hati sendiri Aku pernah disalahkan karena berbicara yang sebenarnya Aku pernah disuruh menunggu ketika ia tengah menunggu orang lain Aku pernah seperti itu Sehancur itu aku pernah berjuang Berkali-kali bangkit hanya untuk kembali di hancurkan Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku pernah sehancur itu Jika kau...

SI MERAH

    Mistis, mungkin kata itu masing menjadi topik yang sangat sering kita perbincangkan saat ini. Ada golongan orang mempercayai keberadaan mereka, ada juga yang pura-pura tidak percaya karena takut, ada juga yang tidak percaya sama sekali tentang keberdaan makhluk gaib. Jurusanku sangat terkenal akan kehororannya. Banyak sekali aku mendengar cerita-cerita menyeramkan dari kakak tingkat, baik itu cerita turun-temurun dari angkatan-angkatan terdahulu, atau pengalaman pribadi saat mereka berada di jurusan. Aku kuliah disalah satu Universitas Negeri yang ada di Sumatera Selatan, kampus kuning adalah identitas dari universitaku, dan ciri dari Fakultasku adalah dengan warna Orange-nya. Jurusanku sangat akrab dengan hewa, tumbuhan, dan bakteri. Orang bilang, kami adalah dokter untuk makhluk hidup. Jurusanku terdiri tiga lantai, lantai pertama ada ruangan dosen dan tata usaha, laboratorium Ekologi, Laboratorium komputer, ruang seminar, perpustakaan jurusan dan toilet untuk Dose...

Pembuatan Preparat Daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Randle) Karya Desti Ayu, S.Si

Penampakan stomata pada saat membuat preparat mata kuliah mikroteknik (Dokumen Pribadi, 2016)   MIKROTEKNIK        Mikroteknik merupakan suatu ilmu atau seni mempersiapkan organ, jaringan atau bagian dari suatu jaringan untuk dapat diamati dan ditelaah. Pengamatan dan penelaahan tersebut umumnya menggunakan bantuan mikroskop karena pada objek yang akan diamati dan ditelaah memiliki ukuran yang mikrokopis yang tidak dapat dilihat dengan mata terbuka biasa tanpa bantuan alat seperti mikroskop. Banyak metode dalam mikroteknik, diantaranya metode geser, metode maserasi, metode kayu, metode squash, metode parafin, dan metode whole mount (Fransisca, 2012).      Setiap organisme hidup ataupun hasil pertumbuhannya merupakan suatu sumber yang penting sebagai bahan mikoteknik, untuk klasifikasi praktis. Bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dapat dibedakan sebagai bahan yang lunak dan keras. Spesimen tumbuhan yang sedang tumbuh maupun yang sedang dalam pr...