Langsung ke konten utama

Surat dan Doa Alif Karya Desti Ayu




Hari ini aku bangun lebih awal dari biasanya. Jam dinding menunjukkan pukul 03.30 WIB dini hari. Segera aku mencuci muka dan menggosok gigi, dilanjutkan dengan membaca al-quran sambil menunggu sholat subuh tiba. Aku sangat antusias untuk berbagi kasih bersama anak yatim hari ini. Pagi yang cerah serta hembusan angin mengawali hari ini. Aku sibuk membungkus kado dan membuat surat cinta yang sudah aku persiapkan untuk anak panti asuhan yang akan kutemui nanti. Hari ini adalah hari di mana aku mengikuti Dompet Dhuafa Volunteer bertajuk tema Cinecharity 2018 bersama anak yatim. Dress code yang kami kenakan adalah warna pink. Ini membuatku sedikit geli karena sangat bertolak belakang dengan aku yang menyukai warna hitam.
Kami berkumpul di OPI Mall, Jakabaring, Palembang. Sesampainya di sana kami langsung berkumpul dengan volunteer yang lain. Diluar dugaan ternyata ada beberapa teman kampus ku yang ikut, walaupun kita berbeda fakultas. Itu cukup membuat suasana menjadi lebih akrab dan nyaman. Kejadian lucu terjadi di hadapanku, ada sosok laki-laki yang jatuh di depan ku. Dia terjatuh karena menginjak tali sepatunya sendiri. Kulihat wajahnya memerah menahan malu, diikuti kakinya yang bergegas menjauh. Namanya adalah Roben Saputra anak Teknik Elektro Universitas Sriwijaya angkatan 2014. Aku mengetahui beberapa hal tentang dirinya karena kebetulan sahabatku satu kelas dengannya. Fakultas kita bersebelahan, tetapi kesenjangan sangat terlihat jelas. Tentu saja, fakultas teknik sangat megah dibandingkan dengan fakultas MIPA yang sangat sederhana dan dalam proses renovasi kembali.
Jam 7.30 WIB panitia menyuruh kami untuk membentuk barisan, karena akan menyampaikan agenda apa saja yang akan kami lakukan. Ternyata yang memberi arahan menggunakan toak adalah Roben. Aku baru tau kalau dia adalah penerima beasiswa dompet dhuafa sehingga otomatis menjadi anggota tetap dompet dhuafa volunteer regional Sumatera Selatan. Roben menjelaskan, kami harus memilih adik asuh 2 orang untuk diajak bermain dan mengikuti kegiatan sampai selesai. Panitia mengundang beberapa panti asuhan yang ada di kota Palembang. Mereka adalah anak yatim yang kebanyakan dititipkan orang tua kandungnya karena masalah ekonomi yang tidak memadai. Aku mendapat adik asuh yang bernama Alif dan Dafa. Setelah itu kami melakukan kegiatan selanjutnya yaitu nonton bersama. Mungkin bagi kita menonton  di  bioskop  adalah  hal  yang lumrah. Tapi tidak bagi adik-adik yang kurang beruntung ini. Kelihatan mata Alif sangat berbinar-binar saat ku bilang kita akan menonton film di bioskop.
Alif dan Dafa adalah anak panti asuhan Al-Yamin Plaju 13 Ulu Lorong Agung II. Mereka adalah anak yatim piatu, Alif kelas 6 SD dan Dafa kelas 5 SD. Karena mereka sangat antusias, akhirnya kuputuskan untuk membelikan makanan popcorn dan minuman agar mereka tidak merasa bosan saat menonton film. Kami menonton film tentang perjuangan seorang anak di tengah himpitan ekonomi dalam menggapai mimpinya. Film tersebut cukup menguras air mata, mungkin efek dari aku yang suka membaca novel genre sedih atau melankolis. Setelah acara menonton selesai, kami membuat yel-yel dan nyayian secara bersama-sama, untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada dompet dhuafa 25 tahun membangun kebaikan.
Hari sudah menunjukkan pukul 12.20 WIB, itu artinya sudah memasuki waktu sholat zuhur. Kegiatan selanjutnya adalah kami mengunjungi masjid bersejarah yang ada di kota Palembang yaitu masjid Cheng Ho. Di sana kami melaksanakan sholat zuhur berjamaah. Lalu dilanjutkan dengan makan bersama. Panitia sudah menyiapakan nasi kotak dan sembil makan, ada pengurus masjid yang menjelaskan asal usul masjid Cheng Ho. Kulihat Alif dan Dafa nampak mendengarkan dan memperhatikan setiap ucapan pengurus masjid tersebut.
“Aku tahu kalian semua pintar. Kalian pasti sudah menerka-nerka bukan, asal usul masjid Cheng Ho. Ya...masjid ini diberi nama masjid Cheng Ho karena terinspirasi dari panglima angkatan laut Tionghoa dari abad XV, yang bernama Cheng Ho. Laksamana Cheng Ho melakukan ekspedisi dan menyebarkan agama Islam ke bumi Sriwijaya. Masjid ini dibangun dengan latar belakang untuk menjaga hubungan baik antara masyarakat keturunan Tionghoa dengan masyarakat Palembang pada umumnya” penjelasan pengurus masjid tersebut.
Kemudian kami melanjutkan kegiatan, yaitu mengunjungi replika rumah-rumah adat dari semua kabupaten yang ada di Sumatera Selatan. Ada rumah Limas, rumah adat dari kota Palembang, rumah tunggu tubang dari Kabupaten Muara Enim, rumah adat bengkulah dari Ogan Komering Ilir, dan masih banyak lagi.
Hal yang sangat aku sukai menjadi seorang volunteer adalah kita tidak hanya  berbagi  pada mereka yang  membutuhkan, tetapi kita juga bisa menambah wawasan, pengalaman, dan mengajarkan kita untuk selalu tetap bersyukur.
Sebelum aku, Alif dan Dafa, berkeliling menyusuri rumah adat. Aku menyempatkan membeli bakso bakar 15 tusuk, rujak buah tiga bungkus, dan es cendol tiga cup. Kurang lengkap rasanya jika menikmati keindahan rumah adat dan pemandangan yang sebagus ini tanpa mengunyah. Setiap kami berpindah dari rumah adat yang satu, ke rumah adat yang lain, kami selalu mengabadikannya lewat bidikan kamera. Supaya bisa di kenang sepanjang waktu. Hari sudah menunjukkan waktu ashar, itu tandanya kami harus melaksanakan sholat berjamaah lagi.
Tak terasa seharian sudah aku menjadi kakak asuh untuk Alif dan Dafa. Merasakan kehangatan mereka, rona wajah memerah saat mereka bercanda, keluguan dan kelucuan mereka. Akhirnya kami sampai pada acara yang terakhir. Penutupan acara dompet dhuafa volunteer diakhiri dengan pemotongan tumpeng. Tapi sebelum itu dilakukan, kami memberikan kado dan surat cinta kepada adik asuh kami       masing-masing. Aku memberikan botol minum dan toples makanan kepada mereka. Kenapa aku memiliki hadiah tersebut? alasannya simple, karena benda tersebut selalu dibutuhkan untuk bisa di bawa ke mana-mana, terutama ke sekolah pada saat ada jam tambahan.
Alif dan Dafa memelukku, membisikkan ke telingaku ucapan terima kasih yang sangat tulus dan lembut. Ku lihat mata mereka mulai memerah, aku pun sama, tanpa terasa air mataku jatuh menetes.
Kak Desti, Alif buat balasan surat cinta untuk kakak ya!. Aku tersenyum sambil mengangguk tanda persetujuan dariku. “Tapi bacanya nanti saja setelah kakak pulang” itu permintaan Alif.
Pukul 17.00 WIB acara selesai, di tutup  dengan menyanyikan Lagu dompet dhuafa volunteer dan foto bersama, dilanjutkan dengan salam perpisahan kepada   adik-adik panti asuhan. Alif dan Dafa berlari ke arahku, mereka pamit, sambil menyalami tanganku, lalu memelukku dengan erat seperti isyarat tidak mau berpisah. “Semoga kita bisa dipertemukan lagi oleh Allah di lain waktu ya kak” ucapnya. Aku pun hanya tersenyum dan mengusap kepala keduanya, dan mengatakan “semoga            saja permintaan  Alif  yang  menginginkan  kita  bertemu  kembali di  lain  waktu  akan
dikabulkan oleh Allah”.  Diperjalanan pulang aku membaca balasan surat cinta dari Alif yang isinya,
Untuk kak Desti
Dari Alif

Terima kasih untuk kak Desti, yang telah menemani kami menonton ke bioskop, mengajak kami ke Masjid Cheng Ho, mengelilingi rumah adat, membelikan kami makanan dan minuman, memberi kami hadiah dan surat cinta. Sekali lagi terima kasih kak Desti sudah mau menghabiskan waktunya hari ini bersama kami, semoga allah selalu membalas kebaikan kakak, dan semoga cepat wisuda, semangat terus kakak.   AAMIIN
                                                            Panti Asuhan Al-Yamin, Plaju 13 Ulu lrg. Agung II

Lega rasanya membaca balasan surat cinta dari Alif. Hari ini aku banyak belajar dari mereka. Bagaimana caranya menghargai orang lain, mencoba menikmati hidup tanpa harus mengeluh ini dan itu, tidak banyak menuntut dengan keadaan, selalu lapang dada dalam menerima cobaan.
Ayo berkelana, sekali-kali kalian harus mencoba keluar dari zona nyaman, tinggalkan rebahan, mungkin kamu akan tertarik menjelajahi belahan bumi lainnya, mencari tempat yang mengajarkan kamu tentang pengalaman hidup, dan siapa tau kamu bisa menemukan seseorang yang mempunyai visi hidup yang sama denganmu. Dunia ini terlalu kecil untuk kita selalu menebar kebaikan, jadi berlomba-lombalah dalam menggapainya. Semoga saja slogan satu hari satu kebaikan itu benar adanya, dan bisa diamalkan seharusnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEHANCUR ITU AKU PERNAH Karya Brian Khrisna

Aku pernah hancur karena terlalu percaya Pernah juga patah karena memilih orang yang salah Aku pernah terkubur dalam-dalam di hati seseorang Yang kuselami dengan niat untuk bisa ku mengerti Aku pernah memutuskan berjuang Untuk hati yang memperjuangkan orang lain Aku pernah tercerai berai ketika kasihku tak sampai Aku pernah tertusuk pecahan hatiku sendiri Ketika sedang menyusun lalu kau datang lagi Aku pernah terjatuh dua kali Karena ceroboh memberikan kesempatan Aku pernah ditinggalkan karena menunggu Aku juga pernah dihakimi karena melindungi Aku pernah ditinggal pergi karena tak cukup memberi Aku pernah ditikam karena terlalu jujur pada hati sendiri Aku pernah disalahkan karena berbicara yang sebenarnya Aku pernah disuruh menunggu ketika ia tengah menunggu orang lain Aku pernah seperti itu Sehancur itu aku pernah berjuang Berkali-kali bangkit hanya untuk kembali di hancurkan Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku pernah sehancur itu Jika kau...

SI MERAH

    Mistis, mungkin kata itu masing menjadi topik yang sangat sering kita perbincangkan saat ini. Ada golongan orang mempercayai keberadaan mereka, ada juga yang pura-pura tidak percaya karena takut, ada juga yang tidak percaya sama sekali tentang keberdaan makhluk gaib. Jurusanku sangat terkenal akan kehororannya. Banyak sekali aku mendengar cerita-cerita menyeramkan dari kakak tingkat, baik itu cerita turun-temurun dari angkatan-angkatan terdahulu, atau pengalaman pribadi saat mereka berada di jurusan. Aku kuliah disalah satu Universitas Negeri yang ada di Sumatera Selatan, kampus kuning adalah identitas dari universitaku, dan ciri dari Fakultasku adalah dengan warna Orange-nya. Jurusanku sangat akrab dengan hewa, tumbuhan, dan bakteri. Orang bilang, kami adalah dokter untuk makhluk hidup. Jurusanku terdiri tiga lantai, lantai pertama ada ruangan dosen dan tata usaha, laboratorium Ekologi, Laboratorium komputer, ruang seminar, perpustakaan jurusan dan toilet untuk Dose...

Pembuatan Preparat Daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Randle) Karya Desti Ayu, S.Si

Penampakan stomata pada saat membuat preparat mata kuliah mikroteknik (Dokumen Pribadi, 2016)   MIKROTEKNIK        Mikroteknik merupakan suatu ilmu atau seni mempersiapkan organ, jaringan atau bagian dari suatu jaringan untuk dapat diamati dan ditelaah. Pengamatan dan penelaahan tersebut umumnya menggunakan bantuan mikroskop karena pada objek yang akan diamati dan ditelaah memiliki ukuran yang mikrokopis yang tidak dapat dilihat dengan mata terbuka biasa tanpa bantuan alat seperti mikroskop. Banyak metode dalam mikroteknik, diantaranya metode geser, metode maserasi, metode kayu, metode squash, metode parafin, dan metode whole mount (Fransisca, 2012).      Setiap organisme hidup ataupun hasil pertumbuhannya merupakan suatu sumber yang penting sebagai bahan mikoteknik, untuk klasifikasi praktis. Bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dapat dibedakan sebagai bahan yang lunak dan keras. Spesimen tumbuhan yang sedang tumbuh maupun yang sedang dalam pr...