Berjalan tapi tak menapak
Marah dalam diam adalah yang paling
sesak
Mendidih darah bertumpah ruah
Peringai itu tak lagi sama
Lantas
apa yang kau terka
Jika
kamu mau dia
Sedang
dia tak punya rasa
Kau mungkin tau
Rasa gula jadi getir
Jika dicampur dengan kapur
Sama
hal nya dengan dia
Yang
masih saja kau tunggu
Sedang
dia sudah tak mau
berbagai masalah datang tanpa jeda
Sore senja pulang dengan pengharapan
Menapaki jalanan bersama angin malam
Membawa semua beban yang tiada habisnya
Mencintainya adalah
patah hati paling sengaja
Pada pemilik yang tak
sama
Pada kota dan hati yang
berbeda

Komentar
Posting Komentar