Teruntuk diri saya,
Hai jiwa yang mencoba kembali untuk
tumbuh
Layumu takkan abadi
Terima kasih telah kembali tumbuh
Setelah begitu banyak bagian layu
Membuatmu berpikir bahwa kamu akan usai
//
Terima kasih telah terus tumbuh
Menguatkan akar-akar yang hampir melepas
peluk dari tanah
Terima kasih untuk terus menguatkan diri
Saat tiada yang dapat memahami
Salam hangat yang kembali rimbun dengan
harap dan mimpi
//
Selamat malam diri,
Terima kasih sudah bertahan sejauh ini
Terima kasih sudah mau diajak berlari
Walau luka menganga setiap pagi
Terima kasih sudah bersedia menembus
panasnya udara
Yang belum juga merasakan hujan dari
atas sana
//
Aku tidak akan pernah lupa
Mimpi luar biasa yang kita rajut sejak
kuliah tingkat pertama
Namun semesta ternyata punya rencana
Yang tak kala bahagia
Merangkulmu hingga titik dimana kamu
bisa bernapas lega
Sekalipun beberapa saat saja
//
Aku tidak akan pernah lupa
Bagaimana kamu berulang kali gagal
menjaga pertemanan
Entah salah siapa?
Hingga saat ini kamu tetap menyalahkan
kita
Tak apa, selama kita baik-baik saja
Dan mereka tetap bahagia
Sekalipun hingga saat ini
Berdamai dengan masa lalu
Menjadi perkara yang tak kunjung punya
muara
//
Aku tidak akan pernah lupa
Betapa terlukanya kamu
Saat capaian tak sesuai espektasi yang
dibebankan
Pada pundak ringkih yang dulu kita punya
Betapa malam tak pernah kita lewati
dengan gelap gulita
Betapa malam selalu diramaikan oleh
suara balikan kertas
Nyatanya soal-soal yang kau coba
pecahkan
Seakan menertawakan dirimu yang
kesulitan menyelesaikannya
Dirimu yang tak kunjung menapak podium
juara
Ah.....rasanya sesesak itu
//
Aku tidak akan pernah lupa
Tangisan keras yang tak bisa kita tahan
Saat pagi di mana hinaan dilemparkan
Tepat di depan wajah, tepat di depan
ratusan manusia
Sungguh kita sama-sama terluka
Suara kita tertahan tanpa kata
Kita hancur saat itu juga
//
Aku tidak akan pernah lupa
Sulitnya kita berbicara pada mereka
Menjelaskan mimpi yang kita punya
Menjelaskan cita-cita yang hendak kita
capai
Diceramahi hal yang mereka saja tak
paham berbicara apa
Dihakimi tanpa mengerti
Akan ada hati yang terluka
Lalu kemudian mati
//
Aku tidak akan pernah lupa
Sakitnya tubuh yang kamu paksa
Untuk berlari mengejar ketinggalan diri
Dari mereka yang kemampuannya tak
terhitung lagi
//
Aku tidak akan pernah lupa
Saat tangan berulang kali gagal
menggapai mimpi
Saat kaki berulang kali patah sebelum
bisa melompat tinggi
Saat bertemu orang-orang baru
Yang dengan sengaja meletakkan beban
baru
di pundak sempit yang kamu miliki
tanpa tau perihnya hati
tanpa arah dan motivasi yang saling
membuntuti
//
Aku tidak akan pernah lupa
Hingga saat ini pun kamu masih berjuang
Memperbaiki sisi-sisi yang tanggal
Mempelajari hal-hal yang belum kamu
paham
Meyakini sekalipun berulang kali
mengecewakan diri
Menguatkan hati sekalipun tak dianggap
sedang berdiri
Bernegosiasi berulang kali
Mengikuti kata hati atau tekanan dari
luar diri sendiri
Dan yang akan selalu aku ingat
Apapun yang kamu lewati
Menyerah tak pernah kau pilih
//
Kamu tak segan untuk menangis
Jika hati sudah ingin meledak karna
terlalu banyak dijejali
Kamu juga selalu ingin mandiri
Sekalipun kaki kadang terhenti
Dan butuh teman berlari
Kamu bisa menyelesaikan
Sekalipun rasa takut awalnya belum mampu
kau runtuhkan
//
Sadari, tuhan tidak menciptakan
kekurangan pada diri
Yang ada kita di karuniai kelebihan
Yang berbeda satu dengan yang lain
Terima kasih sekali lagi
Pada mata sendu yang tak suka langit
kelabu
Pada jari tangan kaki dan kepala milik
kita
Terima kasih diriku sendiri
Terima kasih

Semangat dan sukses selalu😍😍
BalasHapusSukses selalu
BalasHapus